Menu

Mode Gelap

Hukum & Politik · 27 Jul 2024 00:08 WIB ·

3000 lebih Masa PDI Perjuangan Gruduk Komnasham Mendesak Agar Peristiwa Kudatuli Masuk Pelanggaran HAM Berat


3000 lebih Masa PDI Perjuangan Gruduk Komnasham Mendesak Agar Peristiwa Kudatuli Masuk Pelanggaran HAM Berat Perbesar

JakartaJuangTV.Com-Sebanyak 3000 masa PDI Perjuangan menggruduk Kantor Komnasham,hal tersebut terjadi sehari sebelum peringatan peristiwa Kudatuli 27 Juli 1999 aksi tersebut terjadi, tepat pada hari Jumaat 26 Juli 2024.

Masa berangkat dengan Loung Mach dari kantor sekertariat DPP PDI Perjuangan Jl dipenogoro jakarta pusat, menuju kantor Komnasham.

Di depan kantor sekertariat Komnasham masa PDI Perjuangan, yang di antara nya para Korban kekerasan 27 Juli jajaran Para kader PDI Perjuangan yang pada saat tersebut menjadi korban kekerasan oleh Kubu PDI Soerjadi, seperti di antara nya dr Ribka Tjiptaning.

Di aksi tersebut masa menyampaikan melalui orasi, mendesak keras Komnasham mengusut tuntas peristiwa 27 Juli tahun 1996.

Di akhir aksi dr Ribka Tjiptaning menyampaikan bahwa peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang bersejarah.

“Kudatuli menjadi satu peristiwa yang mendasari lahirnya reformasi tahun 1998. Kita sepakat mendesak Joko Widodo bahwa peristiwa 27 Juli untuk dimasukkan dalam pelanggaran HAM berat. Ini 27 Juli enggak masuk pelanggaran HAM berat, kita akan protes dan berjuang supaya peristiwa 27 Juli masuk pelanggaran HAM berat,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dr Ribka Tjiptaning.

Tjiptaning menambahkan, jika tak ada peristiwa 27 Juli, tidak akan ada reformasi. Peristiwa 27 Juli adalah tonggak reformasi yang membuka kesempatan setiap anak bangsa bisa meraih cita-citanya.

“Kalau tidak ada reformasi, tidak ada anak buruh bisa jadi gubernur, tidak ada reformasi tidak ada anak petani jadi bupati/wali kota, tidak ada reformasi tidak ada anak tukang kayu jadi presiden,” ucap Tjiptaning.

Sebelum reformasi, menurut Tjiptaning, setiap jabatan publik hanya akan ditempati oleh orang yang berasal dari partai politik tertentu, atau yang dekat dengan kekuasaan. Tjiptaning mengatakan, Kudatuli membawa dampak yang juga ia rasakan.

“Kawan-kawan aktivis itu dikejar di mana-mana, ada yang kerja dipecat, yang punya usaha ditutup, termasuk praktek saya, ada dampaknya 27 Juli itu,” ujar dr Ribka Tjiptaning.”

Dari pantauan di aksi tersebut berjalan dengan lancar masa PDI Perjuangan setelah menyampaikan aspirasi melalui Orasi nya, kembali pulang dengan aman ke kantor sekertariat DPP PDI Perjuangan.

Aep

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PDI Perjuangan Gelar Pelatihan Pelatih Kader Perempuan dari 38 Provinsi di Sekolah Partai

17 Juli 2026 - 11:10 WIB

Gandeng Bambang Pacul, dr. Ribka Tjiptaning Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bagi Nelayan Palabuhanratu

16 Juli 2026 - 06:08 WIB

Bersilaturahmi ke Jampang Tengah, dr. Ribka Tjiptaning Temui Ratusan Pengendara Ojeg Engkreg

16 Juli 2026 - 00:12 WIB

Kolaborasi Bersama Yayasan Kedaulatan Kesehatan Rakyat, Dr. Abidin Fikri dan dr. Ribka Tjiptaning Gelar Sosialisasi MPR RI di Sukaraja

15 Juli 2026 - 05:18 WIB

Terima Audiensi Presidium DOB KSU, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi Siap Dorong Pencabutan Moratorium Pemekaran

14 Juli 2026 - 09:49 WIB

KRISIS UKMPPD: KETIKA NEGARA GAGAL MENYELESAIKAN MASALAH YANG DICIPTAKANNYA SENDIRI

13 Juli 2026 - 12:56 WIB

Trending di News