Menu ✖

Mode Gelap

News · 22 Agu 2025 08:44 WIB ·

Ahli Waris Natadipura Gugat Pihak Terkait, Pertanyakan Status Tanah Seluas 630 Hektar di WarungKiara


Ahli Waris Natadipura Gugat Pihak Terkait, Pertanyakan Status Tanah Seluas 630 Hektar di WarungKiara Perbesar

JUANGTV.COM – Ahli waris Natadipura terus berupaya memperjuangkan hak atas tanah warisan seluas 630 hektar yang saat ini dikelola oleh PTPN VIII Cibungur Warungkiara. Kuasa Hukum ahli waris, Saleh Hidayat S.H., menyampaikan hal ini di sela-sela persidangan di Pengadilan Negeri Cibadak pada Jumat (22/8/2025).

Saleh Hidayat menjelaskan, pihaknya ingin memperjelas status tanah tersebut. “Kami ingin mempertegas, pertama, apakah tanah ini merupakan tanah negara? Karena pernah diklaim oleh PTPN sebagai tanah HGU. Kedua, apakah ini tanah milik adat, dalam hal ini tanah warisan milik almarhum Natadipura?” ujarnya.

Menurut Saleh, gugatan ini didasari keyakinan bahwa tanah tersebut adalah tanah milik adat dengan alas hak berupa leer C atau girik, yaitu C 16, C 84, dan C 89 yang dicatatkan pada masa pemerintahan Hindia Belanda sekitar tahun 1933.

Saleh menjelaskan bahwa setelah lahirnya Undang-Undang Agraria tahun 1960, pemerintah mengeluarkan regulasi terkait tanah-tanah yang pada zaman Hindia Belanda dipetakan menjadi dua kategori. Pertama, tanah negara yang tadinya merupakan tanah orang asing (Eropa, Arab, Cina). Pada zaman Hindia Belanda, warga negara asing diberikan hak memiliki tanah, seperti tanah eigendom atau verponding, yang kemudian menjadi hak erpah setelah tahun 1960. Sementara itu, tanah milik warga pribumi tetap berstatus tanah milik adat.

“Tanah adat dapat berubah status menjadi tanah milik negara melalui pembebasan dan pemberian kompensasi ganti rugi, misalnya untuk program pembangunan jalan tol,” imbuhnya.

Saleh menegaskan bahwa objek yang diperjuangkan ini belum dibebaskan. “Kalau dibebaskan, kepada siapa pembebasannya? Ahli waris pada saat itu belum muncul, dan Natadipura sendiri sudah almarhum. Natadipura juga bukan termasuk warga asing, melainkan pribumi pada zaman Belanda.”pungkas nya.

Pada sidang ketiga ini, banyak pihak tergugat dan turut tergugat yang tidak hadir. Saleh juga menyampaikan informasi bahwa akan diadakan mediasi, namun waktu dan tanggalnya belum ditentukan.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lama Belum Juga Ada Perbaikan TPT Jalan Ruas Cibatu-Cicantayan Warga Pertanyakan Perbaikan ke Dinas PU

23 Oktober 2026 - 04:22 WIB

Lantik 10.161 Perwira Muda, Kalemdiklat Polri Tekankan Kepemimpinan Humanis dan Pengubahan Mindset

22 Oktober 2026 - 05:51 WIB

PERKUAT LABUMI BERSINAR DAN P4GN, LAPAS SUKABUMI LAKSANAKAN TES URINE ASN DAN WARGA BINAAN

21 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Kunjungi Yandi Penghuni RTLH Desil 5 di Jampangkulon, dr Ribka Tjiptaning: Klasifikasi Desil Adalah Kebijakan Konyol

17 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Perkuat Sektor Pertanian, dr Ribka Tjiptaning Serahkan Bantuan Alsintan ke Petani Kabupaten Sukabumi

16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

dr Ribka Tjiptaning Gandeng Anggota MPR RI Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI Kepada Ratusan Petani Sukabumi

16 Oktober 2026 - 05:41 WIB

Trending di News