Sukabumi,JuangTv.Com-Pemerintah Kabupaten Sukabumi meluncurkan strategi baru dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS, dengan fokus utama pada sosialisasi masif yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari sekolah hingga pelosok desa. Inisiatif ini diumumkan oleh Bupati Sukabumi dan Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukabumi, H. Asep Japar, dalam sebuah pertemuan dengan jajaran pengurus KPA di Pendopo, Selasa (25/3/2025).

Bupati Asep menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi. “Sosialisasi tidak cukup hanya dilakukan di kota, tetapi harus merambah hingga ke desa-desa terpencil,” tegasnya. Strategi ini akan melibatkan berbagai metode, termasuk.
– Sosialisasi di Sekolah: Program edukasi akan diterapkan di berbagai jenjang pendidikan, dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Materi akan disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman siswa, dengan menekankan pentingnya pencegahan dan perilaku hidup bersih dan sehat.
– Penyuluhan di Tingkat Desa: Tim penyuluh kesehatan akan diterjunkan ke desa-desa untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Metode penyuluhan akan disesuaikan dengan karakteristik dan budaya masing-masing desa, agar pesan yang disampaikan dapat terserap dengan baik.
– Kampanye melalui Media Sosial: Penggunaan media sosial akan dimaksimalkan untuk menjangkau generasi muda. Kampanye akan dibuat semenarik mungkin, dengan memanfaatkan konten visual dan bahasa yang mudah dipahami.
– Kerja Sama dengan Tokoh Masyarakat: Pemerintah akan berkolaborasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan untuk mensosialisasikan program pencegahan HIV/AIDS. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat.
– Pembentukan Pusat Informasi dan Konseling: Pemerintah berencana untuk mendirikan pusat informasi dan konseling HIV/AIDS di beberapa lokasi strategis, untuk memberikan akses mudah bagi masyarakat yang membutuhkan informasi dan layanan konseling.
Indikator keberhasilan program ini akan diukur melalui beberapa parameter, antara lain: peningkatan pengetahuan masyarakat tentang HIV/AIDS, perubahan perilaku terkait pencegahan, dan penurunan angka kejadian HIV/AIDS di Kabupaten Sukabumi.
“Kita berharap dengan strategi ini, angka penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sukabumi dapat ditekan secara signifikan dan stigma negatif terhadap ODHA dapat dihilangkan,” ujar Boyke Martadinata, Ketua Harian I KPA Kabupaten Sukabumi. Pertemuan di Pendopo juga menjadi ajang untuk memberikan motivasi kepada seluruh pegawai KPA Kabupaten Sukabumi dalam menjalankan tugas mulia ini.

