Sukabumi,JuangTv.Com-Suasana khidmat dan penuh persaudaraan menyelimuti Masjid Agung Palabuhanratu pada Senin (31/3/2025), saat ribuan warga Sukabumi melaksanakan Shalat Idul Fitri 1446 H/2025 M. Kehadiran Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, beserta Wakil Bupati H. Andreas dan unsur Forkopimda semakin menambah semarak pelaksanaan ibadah yang diimami oleh KH. Useh Ahmad Achwasy dan diisi khotbah oleh KH. Aang Abdullah Zein ini.

Lebih dari sekedar ibadah, Shalat Idul Fitri tahun ini terasa istimewa. Semangat kebersamaan dan persatuan umat terlihat begitu kental. Ribuan jamaah memadati masjid, berbaur dalam satu barisan yang panjang, menunjukkan harmoni dan kerukunan antar warga dari berbagai latar belakang. Suasana penuh kekeluargaan terasa begitu hangat, terlihat dari senyum dan sapaan ramah yang tertuang di antara jamaah.
“Hari ini kita bukan hanya merayakan Idul Fitri, tetapi juga merayakan persatuan dan kesatuan kita sebagai masyarakat Sukabumi,” ujar Ibu Ani (45), salah satu jamaah yang ditemui seusai shalat. “Suasana shalat Id tahun ini sangat khidmat dan penuh kebersamaan. Semoga kerukunan ini terus terjaga,” tambahnya.
Hal senada disampaikan oleh Bapak Budi (50), “Saya merasa sangat senang bisa melaksanakan shalat Id bersama-sama dengan warga lainnya. Ini menunjukkan bahwa meskipun berbeda, kita tetap satu dalam keberagaman.”
Dalam sambutannya, Bupati Asep Japar turut menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan sinergi dalam membangun Kabupaten Sukabumi yang lebih baik. Ia melihat Shalat Idul Fitri sebagai momentum untuk memperkuat tali silaturahmi dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. “Semoga semangat kebersamaan ini dapat menjadi landasan bagi kita untuk terus membangun Sukabumi yang lebih maju dan sejahtera,” pesan Bupati.
Meskipun Bupati juga menyampaikan visi “Sukabumi Mubarokah” dan program-program pembangunannya, fokus utama artikel ini tetap pada suasana khidmat, kerukunan, dan kebersamaan yang tercipta dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1446 H di Kabupaten Sukabumi. Kehadiran Bupati dan jajarannya di tengah masyarakat menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan memperkuat persatuan serta kerukunan umat.

